Menjadi Sekretaris Professional

Halo, perkenalkan nama saya Ni  Made Arini.

Saya adalah salah satu siswa aktif di SMK Negeri 1 Tabanan, saya kelas X OTKP1. Kali ini saya akan bercerita mengenai profesi sekretaris. Ayo kita simak bersama.

Kalian mungkin masih awam atau bingung mendengar  jurusan  OTKP. Jurusan ini sudah ada sejak lama namun baru berubah nama dari AP (Administrasi Perkantoran) menjadi  OTKP (Otomatisasi Tata Klola Perkantoran) . Iya betul, jadi pada jurusan OTKP kita akan belajar bagaimana menjadi seorang sekretaris yang baik dan profesional.

Apakah kalian tau :

  • Pengertian sekretaris?
  • Fungsi sekretaris?
  • Peran sekretaris terhadap atasan dan peran sekertaris terhadap bawahan “pimpinan” ?
  • Tugas seorang sekretris ?
  • Cara menjadi Sekretaris yang baik/professional?
  • Cara berpenampilan menarik untuk menjadi sekretaris?

Yuk kita bahas sama-sama tentang hal diatas

Pengertian Sekretaris

Sekretaris adalah sebuah profesi administrif yang bersifat asisten /mendukung. Gelar ini merunjuk sebuah pekerja kantor yang tugasnya melaksanakan pekerjaan rutin, tugas-tugas administrative, atau tugas-tugas pribadi/langsung dari atasannya.

Fungsi Sekretaris.

  • Membantu meringankan tugas-tugas pimpinan, juga sebagai alat pelaksana pusat ketatausahaan
  • Mengadakan pencatatan dari semua kegiatan manajemen, sebagai pusat dokumentasi dan menangani informasi untuk pimpinan.
  • Sebagai alat komunikasi organisasi/perusahaan menjadi jembatan penghubung.

Peran Sekretaris terhadap atasan.

  • Sekretaris berfungsi sebagai perantara komunikasi dan pembinaan hubungan yang baik bagi orang yang ingin berhubungan/berkomunikasi dengan pimpinan.
  • Sekretaris berfungsi sebagai sumber informasi yang dibutuhkan pimpinan dalam memenuhi fungsi,tugas dan tanggung jawab.
  • Sekretaris berfungsi sebagai pelanjut keinginan seorang pimpinan terhadap bawahan yang bertujuan pelaksanaan tugas.
  • Sekretaris berfungsi sebagai alternative pemikiran dari pimpinan dalam ide-ide.
  • Sekretaris berfungsi sebagai factor penunjang berhasilnya fungsi, tugas, dan tujuan pekerjaan dan cerminan pimpinan dan bawahan.

Peran Sekretaris terhadap bawahan “pimpinan”

  • Sekretaris berfungsi sebagai penentu kebijakan bagi pegawai bawahan yang dilakukan secara adil.
  • Berfungsi dalam memberikan motivasi bekerja kepada pegawai bawahan sehingga pekrjaan dapat berjalan dalam mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dalam organisasian atau perusahaan.
  • Berfungsi dalam memberikan rasa bangga dan puas kepada pegawai bawahan dalam menjalankan tujuan pekerjaan.
  • Menerima pendapat dan urul bawahan dalam berbagai masalah.
  • Mengadakan pendekatan kepada pegawai untuk lebih mengarahkan dan mengetahuin kelemahan dan kehendak pegawai bawahan sehingga sikap dan tingkah laku sekretaris akan berpengaruh terhadap pekerjaan pegawai bawahan.

Tugas seorang sekretaris

  • Tugas khusus.

Seorang sekretaris mengerjakan tugas khusus  oleh pimpinan perusahaan merupakan tugas yang tidak setiap hari dikerjakan. Maksud dari tugas tersebut, hanya dikerjakan apabila ada perintah khusus oleh pimpinan.

  • Tugas kreatif

Seorang sekretaris melakukan tugas kreatif atas kehendak diri sendiri tanpa adanya perintah dari pimpinan. Maksud dari tugas ini mempunyai lingkungan tak terbatas dan seseorang sekretaris handal wajib mengerjakan dengan baik.

  • Tugas rutin

Tugas rutin ialah tugas seorang sekretaris biasanya dikerjakan setiap hari tanpa adanya perintah dari pimpinan. Contohnya : mengumpulkan surat, dokumen, mengecek surat keluar dan membuat surat untuk klien.

Cara menjadi sekretaris yang baik/professional

  • Menampilkan citra perusahaan.

Citra perusahaan adalah hal yang harus dijunjung tinggi. Karena sekretaris adalah tangan kanan atasan /pimpinan maka sekretaris juga harus memiliki citra perusahaan yang baik.

  • Baikdan bertanggung jawab

Sekretaris juga harus ramah,baik dan bertanggung jawab pada semua tugasnya.

  • Pandai menjaga rahasia.

Sebagai tangan kanan pimpinan dan selalu mendapat kepercayaan tinggi dari atasan, Sekretaris harus pandai menjaga rahasia perusahaan  maupun rahasia pribadi atasan

  • Tahu Teknologi

Seorang sekretaris harus pendai mengenai update tentang teknologi  misalnya teknologi informasi.

  • Pandai berbicara di depan public

Kadang sekretaris diminta untuk menemani atasan untuk melakukan presentasi menggantikan atasannya. Karena itulah sekretaris harus bisa belajar berbicara di depan public  atau pada saat meeting.

Cara berpenampilan bagi seorang sekretaris

Karena profesi sekretaris merupakan profesi yang mengutamakan penampilan, maka dalam hal ini sangat diperlukan penampilan yang baik dan menarik .

Berikut adalah tips dan triknya :

  • Membiasakan hidup sehat

Perlu diketahui bahwa pada umumnya tidak ada perusahaan yang menginginkan seorang karyawan yang sakit-sakitan.  Ketika memiliki kesehatan yang baik, tentu akan bisa membuat anda untuk  tetap tampil prima dan tetap merasa leboih baik.

  • Tampil secara menarik

Kepribadian yang menarik akan terpancar dari sebuah penampilan yaitu : suatu keadaan lahiriah yang terlihat oleh orang lain.

  • Tata cara berdandan sekretaris

Menjadi sekretaris tidak perlu menor dan glamour  agar terlihat menarik. Berdandanlah dengan natural dan disesuaikan dengan waktu dan komposisi dimana anda berada.

  • Tata rambut seorang sekretaris

Tata rambut seorang sekertaris harus diperhatikan agar tidak mengganggu saat sedang bekerja. Sekretaris tidak sopan saat harus menyisir rambut dan membenahi rambut di ruang kerja terlebih lagi jika ada tamu atau clien di ruangan tersebut.

 

 

“CINTA YANG SESUNGGUHNYA”

Oleh : Gusti Agung Ayu Made Listya Mahadewi

 

Kau hadir membawa rasa baru

Kau mampu mengubah hidupku

Jauh lebih baik dari kehidupan sebelumnya

Dengan adanya kau hidupku lebih berwarna

 

Kau manusia sederhana…

Mampu memberikan cinta yang luar biasa

Cinta yang tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata

Mengerti apa yang tak kau katakan

Mengerti apa yang tak kau jelaskan

 

Terimakasih cinta…

Atas segala hal yang telah kau berikan

Kau telah mengajarkanku tentang apa itu

Menghargai, menerima, bersyukur dan mandiri

Kini ku telah mengerti apa itu hidup dan juga cinta sejati

Berharap setiap mimpi akan menjadi kenyataan

Hidup bahagia bersama selamanya

Walaupun ku tahu masih banyak sekali rintangan dan halangan yang menghadang ke depannya

Tapi ku yakin kita bisa melewatinya bersama…

 

Semoga rasa diantara kita…

Tak akan pernah pudar bersama sang waktu

Sehingga tiada celah bagi cinta yang lainnya

Tuk merusak hubungan kita selama ini

 

Semoga cinta kita kekal abadi

Sampai maut memisahkan

Walaupun kita tak bisa bersatu di dunia ini

Tapi ku yakin di kehidupan yang baru nanti

kita akan bersatu selamanya…

SAYANG MAMA

Oleh : Kezia Asa Prashanty

 

Suatu hari, Nina terbangun dari tidurnya. Ia mendengar suara yang membangunkannya. Siapa lagi kalau bukan Mamanya.

“Nak, bangun… Ayo siap-siap ke sekolah!” Ucap Mama.

“Iya, Ma.” Balas Nina sambil mengusap matanya.

Nina langsung menuju kamar mandi dan mengenakan pakaian seragam sekolahnya. Setelah itu, Ia menuju ke dapur untuk sarapan bersama Papa dan Mamanya.

Seperti biasa, Mama sudah menyiapkan makanan untuk Papa dan Nina karena Papa akan berangkat ke kantor dan Nina akan berangkat ke sekolah. Sambil melahap nasi, Nina melihat Mamanya yang memakai celana panjang dan kemeja seperti hari-hari biasanya. Tidak merias diri, tubuhnya gemuk pendek, dan rambutnya dipotong seperti laki-laki. Terkadang Nina berandai-andai jika memiliki Mama yang berpenampilan modis seperti Mama teman-temannya di sekolah. Mama Nina  menggunakan baju bagus dan berias hanya pada saat ke pesta saja. Sebaliknya, Papa Nina selalu berkemeja lengan panjang, berjas dan berdasi. Dalam hati kadang Nina bertanya. “Mengapa, Papa mau menikah dengan Mama? Bahkan sangat menyayangi Mama.”

Setelah selesai sarapan, Nina langsung berangkat ke sekolah bersama Papa sedangkan Mama pergi ke pasar untuk berjualan sayur-sayuran.

Hari ini, Nina pulang lebih awal karena diadakannya rapat guru di sekolah. Namun, Nina malas pulang ke rumah. Jika Ia pulang, maka Ia hanya sendirian di rumah. Ia pun memiliki ide untuk pergi ke pasar untuk menemui Mamanya.

Sesampainya di pasar, Nina langsung berjalan melewati lorong pasar. Disana, pasar sudah mulai sepi, pedagang mulai meringkas barang-barang jualannya. Beberapa pedagang terlihat lelah dan mengantuk. Sampai akhirnya Nina sampai di kios Mamanya.

“Ma, Nina pulang cepat. Guru-guru rapat!” Kata Nina.

“Kalau begitu kita pulang bersama. Mama mau beres-beres dulu ya!” Balas Mama.

Saat itu, Nina melihat anak laki-laki menggendong karung yang berisi botol bekas dan kardus bekas menuju ke kios Mamanya. Terlihat dekil dan pakaiannya pun kumal.

“Halo Ma, ada botol dan kardus bekas?” Tanya anak itu ke Mama.

“Eh ada Beno.. Sini Ben, Mama punya banyak!” Balas Mama.

Mama pun memberikan botol dan kardus bekas yang ada di kios.

“Ini siapa Ma? Anaknya? Cantik kayak Mama!” Ucap Beno spontan.

“Iya ini anak Mama. Ayo kenalan dulu!” Kata Mama.

Dengan segan Nina mengulurkan tangannya. Dalam hati Nina kurang senang. Apa-apaan si Beno ini? Panggil Mama dengan seenaknya. Mama? Mama siapa?

Beno meletakkan karung yang telah dibawa dan langsung membantu Mama meringkas barang serta membersihkan kios. Seketika Nina terperanjat bahwa anak itu mau membantu Mamanya.

“Terima kasih telah membantu Mama ya, Ben. Oh iya kamu sudah makan belum?” Tanya Mama.

“Belum, Ma.” Jawab Beno.

“Kalau begitu, ayo ikut ke rumah Mama. Mama akan masak. Kita bisa makan bersama.” Kata Mama.

Dengan penuh semangat, “Serius, Ma? Asyik Beno bisa makan enak hari ini!” Tanya Beno.

Mama menganggukkan kepala.  ”Ayo, sekarang kita ke rumah Mama!”

Secara bersamaan, Papa juga sampai di rumah bertepatan saat Mama, Beno dan Nina sampai di rumah. Setelah itu, Beno ditemani Papa di ruang tamu. Sedangkan, Mama dan Nina di dapur untuk memasak. Namun, Mama melihat wajah Nina yang sepertinya cemberut.

“Nak, kenapa wajah kamu cemberut begitu?” Tanya Mama.

“Itu Beno kenapa sih? Manggil Mama Nina dengan sebutan Mama? Kenapa tidak memanggil dengan sebutan Tante? Dan juga apakah Mama tidak malu mengajak anak itu ke rumah?” Kata Nina.

“Nina, apalah arti sebutan Mama. Mama tetap jadi Mama Nina kok. Tapi Nina dengerin Mama dulu,”

“Coba lihat Beno, masih umur segitu Ia harus bekerja karena anak yatim-piatu. Ia tidak seberuntung kamu, Nak. Memiliki orang tua yang lengkap, bisa makan enak, bisa sekolah di sekolah yang bagus. Kita harus bersikap baik, kita harus saling menolong dan saling berbagi. Beno juga merupakan anak yang baik. Jadi, kamu tidak boleh seperti itu.” Ucap Mama memberi pengertian sambil mengelus rambut Nina.

Nina pun tersadar setelah mendengar ucapan Mamanya itu. Disini, Nina yakin bahwa hati Mamanya benar-benar mulia. Nina juga tersadar bahwa Beno merupakan anak yang baik.

Setelah masakan matang, Mama langsung menyajikannya di meja makan. Kini, ada Beno, Mama, Papa dan Nina yang sudah siap menikmati masakan Mama.

Beno pun mulai melahap masakan Mama, “Wah!! Ini enak sekali Ma!” Kata Beno penuh semangat.

“Iya ben, Istri Om ini memang pandai memasak!” Puji Papa kepada Mama.

Nina pun memakan masakan Mamanya dengan sangat lahap. “Mama memang hebat. Padahal Mama sudah lelah berjualan tapi Mama tetap memasak masakan yang enak begini. Nina sayang banget sama Mama!” Puji Nina sambil memeluk Mamanya.

Mama pun senang mendengar pujian tersebut dan membalas pelukan Nina.

“Ayo Ben, tambah lagi! Makan yang banyak! Mama ku sudah masak spesial untuk kamu nih!” Kata Nina kepada Beno sambil tersenyum.

Sore menjelang malam itu dilewati dengan suasana hangat makan bersama. Nina menyadari bahwa Ia sangat bersyukur memiliki Mama yang baik hati dan pekerja keras. Sehabis berjualan di pasar pastilah Mama lelah, tetapi Mama tetap memasak untuk keluarga, selalu menyayangi dirinya dan selalu menolong serta berbagi kepada orang yang membutuhkan. Nina sangat sayang kepada Mamanya. Seketika keinginan memiliki Mama yang berpenampilan modis hilang. Walaupun tidak berpakaian modis, tapi hati Mama sangatlah cantik! Pantas saja Papa pun menyayangi Mama seperti Nina menyayangi Mama.

 

SAHABAT TAK KUSADARI

Oleh :Ni Wayan Eka Apriyanti

 

Namaku Desy, umurku 15 tahun. Aku menduduki Sekolah Menengah Pertama (SMP) tepatnya kelas VIII. Aku dikenal seorang pendiam di sekolah, anak tak mau bergaul dan cupu! Sebenarnya, aku bukan tak mau bergaul… Hanya saja, aku takut tak ada yang mau berteman dengan anak cupu seperti aku.

Di kelasku ada dua perempuan yang hitz di sekolah, yaitu Windy, dan Lia. Mereka semua cantik, pintar dan anak-anak kekinian (bahasa zaman sekarang), berbanding terbalik denganku yang culun dan cupu. Dan aku tak pernah berani berbicara pada mereka, tinggi hati dan pasti mereka tak mau berteman dengan anak cupu sepertiku.

“Hoii…” tiba-tiba ada suara yang mengganggu lamunanku ternyata mereka adalah dua perempuan yang sedang dalam lamunanku aku segera menjawab “Ada apa?” kemudian Windy berkata “Tidak apa-apa, memangnya tidak boleh ya menyapamu?”. Tentu aja boleh” jawabku. “Lalu kenapa kamu seperti tidak suka kalau kami sapa?” kata Lia. “Aku hanya kaget” jawabku gugup. “Ohhh, kata Windy sambil mengacak-acak rambutku. Sejujurnya aku kesal dia mengacak-acak rambutku, tetapi aku tau dia seperti itu dan berkata begitu hanya bercanda bukan mengucilkan aku. Aku berkata dalam hati “kenapa mereka tiba-tiba begini padaku?”.

Tiba-tiba mereka bertiga menarik lenganku, jujur aku takut. Berbagai dugaan negatif muncul dalam pikiranku. “Mereka pasti ingin membullyku habis-habisan, atau aku akan dipermalukan? Atau mereka akan menyuruhku membuat lelucon agar mereka tertawa puas?” itu sangat menggangguku. Hingga akhirnya kami sampai pada tempat yang telah mereka tentukan. Aku bingung. “Hahhh, kantin? Kenapa kalian membawaku ke kantin?”. “Kamu akan mentraktir kami makan, karena kamu kan sudah bergabung nih dengan kami, gapapa dong traktir”. “Apa? Bergabung? Sejak kapan? Anak cupu seperti diriku bergabung dengan kalian yang ….” Windy memotong bicaraku “sudahlah, kamu bergabung dengan kami mulai saat ini, kalau kamu cupu emang kenapa? Kamu itu lucu, polos, bukan cupu, emang kami sudah sempurna? Kan tidak Desy…! Sudahlah udah laper nih, makan yuk”. Aku berhenti menanyakan pertanyaanku, hingga aku mentraktir mereka makan. “Ternyata mereka baik dan tidak tinggi hati” pikiranku.

Saat jam pulang sekolah mereka menghampiriku lagi dan mengajak pergi ke taman. Mereka menjawab semua pertanyaanku, ternyata sudah sejak lama mereka ingin mengajakku berteman tetapi aku selalu menghindar dari mereka. Ya memang benar, karena aku kira tak pantas bergabung dengan mereka. Mereka sudah lama menganggapku sebagai sahabat mereka.

Dan sekarang, barulah aku menyadari bahwa mereka selama ini adalah yang selalu menganggapku sahabat meskipun kami belum pernah bersama. Mereka adalah sahabat yang tak kusadari yang sudah sejak lama peduli padaku.

LOMBA FOTO COSPLAY

PENGUMUMAN PEMENANG KEGIATAN LOMBA

MEMPERINGATI BULAN BUNG KARNO 

TAHUN 2020

  1. JUARA I : I GEDE SATRIYA EKA PUTRA ( XI TKJ) 
  2. JUARA II : FARADINA SUKMA (XI AKL 5)
  3. JUARA III : I MADE JULI ARTA ( X AKL 4)
  4. JUARA FAVORIT : WAHYU SURYO WIBOWO (X AKL 3)

LOMBA PIDATO

PENGUMUMAN PEMENANG

KEGIATAN LOMBA MEMPERINGATI  BULAN BUNG KARNO

TAHUN 2020

  1. JUARA I : NI MADE WANTIANI (X AKL 5) https://youtu.be/wgIf7a2n0To
  2. JUARA II : GIOKVANNIE VERNAYA TANTY (X AKL 1)  https://youtu.be/-eCHvzV7-w0
  3. JUARA III : NI PUTU GANGGA YUDYA SURYA PARAMITHA ( XI AKL 4) https://youtu.be/5QUEciyHLFg
  4. JUARA FAVORIT : DESAK MADE AYU PUTRI DWI CAHYANTI ( XI AKL 5) https://youtu.be/2Tmm4ChFkjE

LOMBA CIPTA BACA PUISI

 PENGUMUMAN PEMENANG KEGIATAN LOMBA MEMPERINGATI

 BULAN BUNG KARNO TAHUN 2020

 

  1. JUARA I : NI KETUT SANTINI ( X AKL 1)  https://youtu.be/WL8e0NQAFnM
  2. JUARA II : KADEK MEIRA PERTIWI ( XI AKL 3) https://youtu.be/lGffMcYKSTc
  3. JUARA III : NI KADEK RATNA WIDAYANI (XI AKL 1) https://youtu.be/2YyuLaynBUU
  4. JUARA FAVORIT : KADEK MEIRA PERTIWI ( XI AKL 3) https://youtu.be/lGffMcYKSTc

KARYA SISWA SELAMA BELAJAR DI RUMAH

My Sunshine

Berikut kami sajikan sebuah cerpen karya Gusti Ayu Kade Dewi Lestari yang berjudul My Sunshine

Selamat Membaca

 

05-Februari-2014
.
KIM NAMJOON
KIM SEOKJIN
MIN YOONGI
JUNG HOSEOK
PARK JIMIN
KIM TAEHYUNG
JEON JUNGKOOK
BTS!!!!!!

I LOVE YOU ARMYYYYY!!!!!!
.

.
18-Februari-2019
Dewi’s pov
.
Aku masih ingat sorakan itu, dimana sorakan itu tertuju pada ketujuh laki-laki yang dapat mengubah cara pandangku.
Namun, sorakan itu hanya terdapat saat 5 tahun lalu.
Iya, hanya saat itu, dan pada akhirnya mereka bubar menjalani kehidupan masing-masing. Namjoon, Hoseok, dan Yoongi yang sekarang menjadi produser lagu yang terkenal. Seokjin dan Taehyung, yang menjadi aktor. Dan, Jimin dan Jungkook menjadi penyanyi yang teramat diidamkan para kaum hawa.
Dan aku disini, masih memcintai mereka semua terutama Min Yoongi.

“Mahh!! Mamah!! Aku berangkat kerja dulu ya”
Aku Dewi, aku berumur 26 tahun. Aku bekerja di salah satu perusahaan pariwisata, aku disana menjadi seorang tour guide.

Aku menjalani kehidupanku dengan sangat tenang, karena aku memegang teguh prinsip papahku ‘jika kamu ada masalah, kamu harus tenang, jangan bertingkah gegabah, karena itu bisa membuat masalahmu semakin besar’

“Dewi, nanti kita ada rapat jam 11 siang, ingat datang yah” kata kak Novi, salah satu staff yang ada di perusahaanku.
“Siap laksanakan kan bos” kataku sambil tersenyum ke arah kak Novi.

11.05

Aku memasuki ruang rapat itu dengan was-was. Aku takut bos membicarakan tentang vas gucci yang beberapa hari lalu aku jatuhkan:”
1 jam kemudian
Betapa beruntungnya aku saat rapat bos tidak membicarakan soal itu😄
Dari hasil rapat tadi, minggu depan aku dan para staff lainnya akan berlibur di Korea Selatan, dan itu sangat membuatku bahagia.

Satu minggu kemudian

“Mah, Pah Dewi berangkat dulu yah… Tenang aja ntar aku beliin oleh-oleh kok” kataku sambil tersenyum, kemudian mengecup pipi kedua orang tuaku.
“Iya sayang, hati-hati dijalan ya sayang” kata mamahku
Papah hanya memandangku sambil tersenyum.
Setelah berpamitan, aku langsung menuju ke bandara, karena para staff sudah menungguku disana.

Seven hours later

Akhirnya, kami sampai di kota Seoul dengan selamat. Kami check in hanya 3 kamar hotel karena staff yang ikut tidak terlalu banyak, yaitu hanya 12 orang. Aku sekamar dengan kak Novi, Natalie, dan Natasya.
Pukul 7 malam waktu setempat, aku berjalan-jalan di sekitaran sungai Han.

*miring bahasa korea*

By the way aku ini bisa bahasa korea, aku bisa karena aku menjadi tour guide orang korea.
“Wahhh, keren yah tempat” kataku sambil menatapa sekelilingku.
Aku duduk di salah 1 bangku.
Tap tap tap bruk
Tiba-tiba ada yang duduk di dekatku. Aku mengamati orang tersebut dengan tatapan mengintimidasi, dan aku sangat terkejut karena orang itu adalah Min Yoongi.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanyanya, dan itu sangat membuatku gugup.

“Aaa, bu-bukankah kau Min Yoongi?” Tanyaku takut-takut, karena tatapannya seakan ingin membunuhku.

Iya, lalu kenapa?” Tanyanya santai.

“Kenapa kau ada disini?” Tanyaku lagi, karena rasa gugupku sudah hilang.

Aku hanya ingin jalan-jalan” jawabnya. Lalu dia mengeluarkan handphonenya.
‘Woahhh hpnya sangat bagus’ batinku. Aku hanya duduk diam tanpa melakukan kegiatan apa-apa.

Kau tinggal dimana?” Tanyanya,yang sontak membuatku terkejut.

Aku tinggal di Indonesia” jawabku seadanya.

Boleh aku pinjam hpmu?” Tanyanya, aku terkejut lagi, tapi aku tetap memberikan hp ku padanya.

Aku lihat dia mendownloadkan aku aplikasi Kakao Talk.
Kenapa kau mendownload itu?” Tanyaku.

Kau diam saja”
Setelah dia mengatakan itu akhirnya aku diam saja. Aku lihat dia memasukan id nya.

“Jja, ini hp mu… Ingat saat kau kembali ke Indonesia, kau harus menghubungiku!!!!” Katanya lalu ia beranjak pergi.
Akhirnya aku juga kembali ke hotel, karena aku sudah mulai kedinginan.

Selama 1 minggu di Korea aku dan para staff pergi ke tempat-tempat yang sangat bagus di Korea, seperti Lotte World, Istana Gyongbokgung, Myongdong Street, dan beberapa tempat lainnya yang dapat memanjakan mataku.
Tidak lupa juga, aku mengambil gambar diriku di semua tempat itu.
Ting
Min Yoongi
Sedang bersenang-senang di Lotte World ya:)

‘Kenapa dia bisa tau aku disini’ batinku.
Aku tidak membalas chat itu karena para rombongan sudah mulai menuju ke tempat yang lain.

Saat ingin kembali ke Indonesia, tiba-tiba aku memikirkan Min Yoongin. Yah, selama 1 minggu itu Yoongi hanya menghubungiku sekali, itupun aku tidak membalasanya.
Aku menatap ke atas langut yang mendung.
‘Apakah kita bisa bertemu seperti itu lagi?’ Batinku.
Selama perjalan kembali ke Indonesia, aku hanya memikirkan dia.

7 hours later

Ting
Aku sangat heran, kenapa di jam segini ada yang menghubungiku.

Min Yoongi
A
ku tau kau telah tiba di Indonesia

What?!! Kenapa dia bisa tau?? Aku rasa sebelum berangkat aku hanya memberitahu orangtuaku. Aku kemudian menoleh ke kanan dan kiri, namun aku tidak melihat siapa-siapa.

Ting
Min Yoongi
Jangan heran, kau tidak perlu menoleh seperti itu, kau hanya cukup menoleh ke belakang saja.

Hah?! Kemudian aku menoleh ke belakang, dan daebak!! Kenapa dia bisa ada di Indonesia?!!!
Kenapa kau ada disini?? Bagaimana bisa?” Tanyaku yang sangat terkejut.
Jja, aku akan antar kau pulang, kau hanya perlu menunjukkan jalannya saja, dan juga akan ku ceritakan semuanya padamu saat perjalanan ke rumahmu” Aku hanya mengangguk saja.
Saat perjalanan pulang, dia langsung menceritakan semuanya.

Kau tahu, selama ini aku selalu mengikutimu bahkan aku selalu menstalker sosmedmu. Saat aku beranjak pergi dari sungai Han, itu tidak benar terjadi, aku mengikutimu sampai di hotel yang kau tempati” dia diam sejenak, lalu dia melanjutkan perkataannya.

“Saat aku tau kau akan kembali, aku berusaha mengambil cuti untuk tidak mengerjakan lagu yang akan kubuat ” Dia tiba-tiba menepikan mobilnya di emperan jalan dan kemudian dia tiba-tiba menatapku.

Dan kau tahu? Aku sebenarnya menyukaimu. Apakah kau ingat? 5 tahun lalu kita pernah bertemu di fansignku, dan kau memberikanku sebuah gelang cinta” dia menunjukkan gelang cinta itu.
Aku ingat semua kejadian itu, dimana Bangtan Sonyeondan(BTS) melakukan fansign sekaligus konser di Indonesia, dan aku mendatanginya. Aku ingat dimana aku hanya memberikan gelang cinta yang sama dengan ku pakai sekarang. Aku ingat semua itu. Aku terharu mendengar dia juga memperhatikanku.

“Kau, kau mengingatku?? Bagaimana bisa? Aku hanya pernah datang sekali ke fansign dan konsermu. Tapi kenapa kau mengenaliku?”
Tanyaku gugup.

“Aku mengingatmu karena aku sempat memfotomu saat fansign. Saat itu aku tertarik padamu. Kau datang dengan tampilan yang paling beda dari semua fansku. Kau tidak menggunakan make up yang berlebihan seperti fansku yang lain. Intinya aku mencintaimu saat pertama kali aku melihatmu dan aku mengetahui namamu karena saat itu kau bersama temanmu kan, aku menanyakan namamu padanya” katanya sambil menggenggam tanganku.

Aku seakan-akan kehabisan kata. Bagaimana bisa orang yang sangat aku idolakan jatuh cinta kepadaku yang notabenenya aku hanya seorang gadis biasa?

Ta-tapi, aku hanya seorang gadis biasa. Aku tidak secantik Jennie, Wendy, jihyo, atau artis perempuan lainnya. Aku hanyalah seorang tour guide yang biasa saja, tidak ada spesialnya” kataku sembari menunduk, namun aku tidak melepas genggamannya.

Kamu yang paling cantik dimataku, kau tampil apa adanya dan aku sangat menyukai itu” katanya menyakinkanku.
Aku hanya terdiam.

Jja! Aku akan melanjutkan perjalanannya, kau harus ingat menunjukkan jalan kepadaku” katanya mengingatkan ku.
Aku hanya mengangguk. Pikiranku saat ini hanya tertuju pada kata-katanya tadi.

1 jam kemudian

Ini rumahmu? Sangat indah” katanya sambil melihat sekeliling.
Ayo kita masuk” ajakku
“Mah, pah Dewi pulang!!!” teriakku
“Selamat dat-” ucapan ibuku terpotong karena pandangannya tertuju pada pria yang sedang aku ajak ini.
“Dia siapa?” Bisik mamahku
“Apakah mamah ingat siapa idolaku dulu? Jika mamah ingat itulah dia” kataku sambil tersenyum senang.

“Wahh bernarkah, papah cepet keluar”
“Apa sih ma-” sama seperti mamah, pandangan papah tertuju pada Min Yoongi.
“Wah, kamu beneran Min Yoongi?!” Aku terkejut, ternyata papah mengetahui kalo itu Min Yoongi.
Aku kemudian membisikkan sesuatu kepada Yoongi
Yoon, apakah kau tau, papahku mengenalimu”
“Jinjja?!! Kenapa dia Bisa  mengenaliku
” dia balik bertanya kepadaku. Aku hanya mengdikkan bahu tanda aku tidak mengetahuinya.
kami(aku dan Yoongi) dibawa menuju ruang keluarga.
Annyeong, aku Min Yoongi, senang bertemu dengan kalian”
Orang tuaku nampak bingung dengan apa yang dibicarakan oleh Yoongi. Kemudian aku menerjamahkan apa yang baru saja Yoongi katakan.
“Halo, aku Min Yoongi, senang bertemu dengan kalian”
“Halo Yoongi” sapa orangtuaku berbarengan.

Saat berbincang-bincang, aku hanya sebagai translatornya.
Karena sudah sangat larut, Yoongi menginap di rumahku. Yoongi tidur di sebuah kamar tamu yang terletak di samping kamarku.
Aku dan Yoongi masih di ruang keluarga sedangkan orangtuaku sudah menuju ke kamar mereka. Kami hanya diam tanpa adanya komunikasi.

“Ehem” Yoongi berdehem untuk mencairkan suasana.
Aku mau melanjutkan cerita di mobil tadi, jadi kesimpulannya, aku ingin kau menjadi pacarku.” Katanya sambil menatapku dengan sangat serius.
“Kau sadar dengan ucapanmu tadi?” Tanyaku untuk memastikan. Aku hanya tidak ingin terlalu berharap.
Apakah ada keraguan di wajahku.” Aku menatap lekat wajahnya. Dan aku tidak menemukan keraguan apapun.
Iya, aku mau menjadi pacarmu”

Blush..
Setelah mengucapkan itu pipiku menjadi merah.
Yak, kau tidak.perlu malu-malu seperti itu dihadapanku” katanya seraya terkekeh lucu.
“A-aku ga malu-malu kok!!” Belaku yang sontak membuatnya tertawa.
Saat dia tertawa diam-diam aku terus melirik ke arahnya.
‘Min Yoongi do you know, i love you very much. And You Are My Sunshine’

Setelah kejadian itu, semakin hari kami semakin dekat.
Orang tua kami sudah mengetahui hubungan kami. Dan semua fansnya juga sudah mengetahui. Aku sangat bangga padanya, karena dia berani menyatakan itu kepada awak media.
Hingga tiba saatnya, ia akan mengajakku berlibur di korea.

.

.

10 -April-2019
Chagiya, ayo kita jalan-jalan ke lotte world, apakah kau tidak bosan diam di apartement terus eoh?” Tanyanya kemudian ia menidurkan kepalanya di pahaku.

“Apakah kamu tidak lelah? Kamu baru pulang 5 jam yang lalu Yoongi-ya” tanyaku sambil mengelus rambutnya yang sangat halus.

Tidak apa, aku sudah terbiasa seperti ini saat masih menjadi member Bts”
5 tahun lalu, saat BTS bubar, aku terkena dampaknya. Aku menangis seharian, karena saat itu aku berpikir aku tidak akan bisa melihat mereka di layar hp ku.

*aku hanya seorang fangirl modal kuota, dan aku hanya sekali datang ke konser mereka:)

“Euhm, baiklah.. ayo kita berngkat ke Lotte World!!!” Aku teriak dengan semangat.
.
.
Aku baru 2 kali ke tempat ini” kataku dengan tatapan penuh binar karena melihat wahan-wahan yang ada.

“Hahahaha, apa kau tau, saat aku masih menjadi member, aku sangat sering kesimi bersama Namjoon. Hanya untuk merefresh otak kita yang sangat sangat sangat penuh memikirkan lirik lagu
” katanya diiringi kekehan lucu. Jika kalian bisa membayangkannya, Yoongi terkekeh dengan ekspresi seperti anak kucing yang lucu.

“Yak hyungg!! Sudah lama kita ga berjumpa”
Pandanganku beralih saat melihat seorang pemuda yanv memakai masker dan berjalan ke arah Yoongi.

Hahaha, iya sudah lama, kita hanya saling menukar kabar lewat kakao talk” Yoongi mendekati pemuda itu dan pangsung memeluknya.

Aku hanya diam memperhatikan interaksi 2 orang itu. Dan aku sangaaattttt terkejut saat aku tau itu adalah si Golden Maknae, Jeon Jungkook

“Jung-Jungkook” gumamku.

Annyeong noona, senang bertemu denganmu” sapa Jungkook sambil melepas maskernya dan tersenyum menampilkan gigi kelincinya.

“Huwaa neomu kyopta” batinku menjerit sangat keras.

Annyeong jungkook” aku menyapa balik.

Wah noona sangat cantik, lebih cantik dari yang aku lihat di sosmed”
“Aku tidak cantik jungkook hahaha”
“Tapi itu benar noona. Haishhh pantasnya aku yang menjadi pacar noona, agar kita serasi cantik dan tampan”
setelah mengatakan itu Jungkook dihadiahi Death Glare oleh Yoongi

A-anu hyung, mian hehe aku hanya bercanda” Yoongi hanya diam tanpa menyahuti.

Suasana hening menyelimuti kami, aku sangat tidak suka suasana ini. Jadi aku berinisiatof untuk menyairkan suasana.

Hey hey, kenapa kalain diam begini? Bagaimana kalau kita menikmati semua wahanaa yang ada disini?” Ajakku sambil mengandeng kedua tangan pria itu.

Dan yosh seperti dugaanku, kami menikmati semua wahana dengan sangat menyenangkan.
Saat menaiki wahana roller coaster aku tidak bisa menahan tawaku, karena Jungkook hampir saja muntah.

3 hours later

Setelah asik bermain, kami langsung pulang ke tempat masing-masing.
Aku dan Yoongi pergi ke apartement, sedangkan jungkook pergi ke rumahnya yang ada di dekat Lotte World

At apartement

Wahhh aku sangat lelah Yoongi-ya” rengekku sambil bergelayut manja di lengannya.

Wahh ternyata kau bisa lelah juga yaa” goda Yoongi.

Tapi aku memang lelah Yoongi-ya!!!” Rajukku sambil mempoutkan bibirku.

Kkkkkk neomu kyopta!!” Pekiknya sambil menarik pipiku.

Jja kau istirahatlah” katanya lembut sambil mengelus pucuk kepalaku.
.
.
Selama 1 tahun berpacaran, tidak ada hal aneh yang kami alami, justru, aku merasa makin hari semakin bahagia.
Iya, aku sangat bahagia memilikinya.
Hingga pada suatu hari ia melakukan sesuatu yang sangat tidak terduga.

.

.

09 maret 2020
Saat ini aku sedang menikmati suasana sore hari dari balkon kamarku.
Iya, aku sudah kembali ke Indonesia beberapa bulan yang lalu.
Aku sangat merindukan Yoongi disini. Tanpa aku sadari, aku menangis karena aku sangat merindukannya.

“Hiks hiks, aku ingin bertemu denganmu” kataku sambil menatap fotonya yang terdapat di kamarku.

“Dewii!!! Cepat turunnn… ada sesuatu di bawah” teriak mamah dari dapur.

Aku cepat-cepat menghapus air mataku, lalu aku bergegas menuju ke arah dapur.

“Ada apa sih-” aku menghentikan ucapanku karena YOONGI DATANG KE RUMAHKU

“YOONGI-YA AKU SANGAT MERINDUKANMU HIKS… HIKS.. KENAPA KAU SANGAT JARANG MENGHUBUNGIKU
” tangisku pecaha di pelukannya.

“Yakk kau jangan menangis, kan aku sudah ada disini ” dia menenagkanku.

Dan,, tunggu, aku rasa ada yang beda.

“YAKKK YOONGI, KAU BISA BAHASA INDONESIA??!!! TAPI SEJAK KAPAN KAU BELAJAR???!” tanyaku berteriak.

“Yakk tenang dulu, aku belajar bahasa indonesia diam-diam” katanya sambil tersenyum… tersenyum sangat manis sekali.

“Euhmmm aku sangat rindu padamu” aku mempererat pelukanku.

Tiba-tiba dia berjongkok si hadapanku.

“Dewi, aku sangat ingin memberitaumu ini dari dulu. Ehemm dewi, will you merry me?” Ungkapnya sambil memberikan aku sebuah cicin yang sangat cantik.

Akupun menatap mamahku yang berdiri di sampingku, kemudian ia mengangguk sambil tersenyum.

“Iya Yoongi aku mauuu” setelah aku mengatakan itu ia langsung memelukku sangat eratt.

“Baik karena kalian akan menikah, mari kita merayakannya dengan meriah” tiba-tiba papah mengatakan itu, entah papah muncul darimana, namun aku tidak memperdulikan itu. Yang pasti hari ini adalah hari yang paling bahagia untukku.
.
.
.
5 tahun kemudian
Author pov
“Yak appa, cenapa celalu melebut mainanku?!!” Terdengar teriakan seorang anak laki-laki yang baru berumur 4 tahun.

“Memangnya kenapa? Bukannya appa yang membelikan semua mainan ini” kata sang ayah yang menjahili anaknya.

“Eomma cenapa appa celalu ngambil mainanku?!!.. huwahhhh eomma” teriakan anak itu berubah menjadi tangisan yang sangat keras.

“Yak Min Yoongi pabbo, kenapa kau selalu menjahili anakmu, kau ini nakal sekali” maki seorang wanita yang datang dari dapur menuju ke tempat anaknya bermain.

“Cup cup Yoonjin ga boleh nangis lagi, laki-laki itu harus kuat, mengerti”

Iya, wanita itu adalah Dewi.

“Dan kau Min Yoongi, sekali lagi kau menjahili anakku akan kupatahkan tulang lehermu” kata Dewi sambil memberikan death glare kepada Yoongi. Yang ditatap hanya cengengsan tidak jelas.

“Chagiya, jangan marah, aku hanya bercanda” kata Yoongi memelas seperti anak kucing yang 1500 tahun tidak diberi makan:v

“Hihh hentikan tatapanmu itu, aku ingin muntah melihatnya” kata Dewi.

Yoonjin hanya tertawa mendengarkan kata ibunya.

“Hahahaha appa sih, sangat nakal makanya dimarahin eomma” ejek Yoonjin aambil menjulurkan lidahnya.

“Awas kau Yoonjin!!” Teriak Yoongi sambil menyerang anaknya dengan gelitikan andalannya.

“Hahahaha appa geli appa… eomma bantu Yoonjin hahahaha”
Dewi hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat kelakukan mereka sambil tersenyum.

‘Terima kasih tuhan, kau telah memberikanku keluarga kecil yang sangat rukun, tanpa adanya permusuhan, dan untuk Yoongi terima kasih telah menjadikanku istrimu’ batin Dewi sembari tersenyum hangat

The end

 

#literasi

#karya siswa

#cerpen

Penantian Jarak dan Waktu

Penantian Jarak dan Waktu

Jayanti Mustika Dewi

 

Jangan pernah jadikan Jarak dan waktu sebagai alasan untuk berpisah.Karna setiap hal akan tetap menyatu apabila orang itu menjaga dan berusaha untuk mempertahankan huungan yang mereka rajut bersama.

           Pagi itu dering telepon membangunkanku dari tidur nyenyakku, ya itu pesan dari kekasihku yang sedang berada di Amerika untuk meraih gelar sarjananya disana. Namanya Althur Sean Anderson orang yang selalu kutunggu kehadirannya dihari-hariku.Dia adalah putra tunggal dari keluarga Anderson oleh sebab itu dia melanjutkan kuliahnya di Luar Negeri agar bisa melanjutkan dan mengambil alih  Perusahaan Ayahnya. Ini adalah pertama kalinya kami LDR karena selama 2 tahun kami pacaran kami selalu bersama kemanapun itu,tapi apalah dayaku aku tidak ingin menghambat dia untuk mencapai cita-citanya. Oh namaku Queenella Winifred Madison putri pertama dari keluarga Madison.

Selama 1 tahun belakangan ini kami hanya saling bertukar kabar melalui chat dan sesekali dia menelponku untuk sekedar menghilangkan rindu. Aku juga sudah berjanji untuk menunggunya kembali walau aku tidak tahu kedepannya akan seperti apa jadinya. Aku melanjutkan kuliahku di Universitas ternama di Jerman. Kami memang jarang bertukar kabar karena kesibukan masing-masing,aku tidak ingin mengganggu waktu belajarnya yang bisa menghambat kelulusannya.

 

HAMBURG UNIVERSITY.

Seperti hari-hari biasanya aku mengikuti mata kuliah yang membosankan ini, huh ingin rasanya aku membolos saja.

“Morning Queen!!” teriak Laura saat aku baru masuk ke ruangan.

“Morning too,” balasku singkat.

“Ish Queen lo kok jutek mulu sih, sesekali senyum jangan datar mulu tu muka. Heran kok gw bisa sahabatan sama kulkas berjalan sih?” sudah kuduga dia pasti ngomel seperti hari-hari biasanya.

“Huft! Lau, lo udah temenan berapa jam sih sama  gw? Sini gw lempar lo jangan paksa gw berubah cuma bikin lo bahagis sesaat,” ucapku sambil memandangnya malas.

“Au ah lo mah selalu gitu apa tadi, lo nanya berapa jam? Queen gw udah sahabatan sama lo dari zaman mesir kuno asal lo lupa! Au ah ngomong sama bongkahan es emang gak guna!” ucap Laura sambil pergi ketempat duduknya.

“Gitu kek dari tadi kan gw gak pusing jadinya dengerin celotehan lo pagi-pagi,” gumamku.

“Gw masih bisa denger ya Queen!” teriak Laura.

“Hmm,”

*****

 

Setelah berkutat cukup lama dengan pelajaran yang bikin otak puyeng akhirnya matkul gw habis juga. Sekarang gw sama Laura lagi di Caffe deket kampus buat ngisi perut.

“Queen lo mau pessen apa?” Tanya Laura.

“Samain aja kayak punya lo,” sahut gw

“Oke,”

Selama gw nunggu pesanan datang, Laura banyak banget cerita masalah inilah itulah. Heran kenapa gw bisa temenan sama ni manusia padahal tingkat kewarasannya udah hilang.

“Ish Queen lo pasti gak nyimak apa yang gw certain kan dari tadi? Emang ya lo temen paling laknat yang gw punya!” cerocos Laura.

“Wkwkwk, habisnya lo cerita udah kayak orang gila, gak ada jeda nyerocos mulu,” ucapku sambil tertawa.

“Untung lo temen Queen, kalo enggak udah lama gw bunuh lo,” ucap Laura sambil memutar matanya malas.

“Hehe, Sorry deh Lau gak akan  lagi,” ucapku.

“Lagian gimana sih Althur bisa nyaman sama lo heran gw, eh ngomong-ngomong gw gak pernah denger lo bahas soal dia deh,” tanya Laura diakhir kalimatnya.

“Gimana yah,Lau. Lo kan tahu kita sekarang LDR dia di Amerika sedangkan gw disini,bukannya gimana gw cuma gak mau ngeganggu waktu belajar dia,” ucapku.

“Sorry ya,Queen gw bikin lo sedih,” kata Laura dengan wajah memelas.

“Hahaha,santai aja kali lo berlebihan deh,” sahutku sembari tertawa.

”Udah ah pesenannya udah datang,ayo makan gw udah laper banget nih,” ucap Laura sembari menyuapkan makanan kemulutnya.

Tiba-tiba suara dering telephone mengalihkan atensiku, betapa bahagianya ternyata itu  adalah Althur, orang yang selalu kurindukan.

“Althur I miss you so much!!” teriakku langsung.

“Slow sayang. I Miss you too, jangan teriak-teriak okay,” sahut Althur sambil terkekeh kecil diseberang sana.

“Abisnya kamu jarang ngasih aku kabar,aku kangen tahu,” ucapku dengan nada manja.

“You know-lah sayang, aku sibuk dengan tugas kuliahku,” ujar Althur

“Hmm, okay aku ngerti maaf udah bersikap gak dewasa,” ucapku dengan nada bersalah.

“Udah lupain, btw kamu lagi dimana sekarang?” Tanya Althur.

“Lagi makan sama Laura, kamu udah makan? Jangan sampai lupa makan jaga kesehatan ya disana,” ucapku.

“Udah kok, iya kamu juga. Dosenku udah dateng nanti aku telephone lagi. Good bye sayang,” ucap Althur.

“Bye, sayang,” sahutku sembari memutus sambungan telephone.

Huft! Aku hanya bisa menghela nafas, selalu saja begitu. Ingin rasanya aku menyusul dia ke Amerika, ‘sudahlah Queen lo gak boleh egois!’ batinku.

“Cieee, yang Pangerannya habis nelpon mah beda ya. Bahagia dah lo itu,” goda Laura sambil menaik turunkan alisnya, ‘Gila!’ batinku.

“Biasa aja kali, heboh mulu deh lo. Cari pacar sana biar gak ngerekcokin gw mulu,” ucapku memandang dia malas.

“Apa, Lo ngehina Laura Jennifer William? Sekali gw senyumin, cowok-cowok akan bertekuk lutut dihadapan gw secara gw ini imut dan cantik lagi,” ucap Laura dengan percaya dirinya.

“Iyain, umur gak ada yang tahu,” sahutku sembari bangkit dari tempat duduk.

“Wah-wah lo emang laknat Queen! Lo nyumpahin gw matikan? Woeee tunggu!” teriak Laura dengan tidak tahu malunya, sembari berlari menyusulku.

“Diem! Lo kebanyakan ngomong Lau, gih pulang gw juga mau balik udah mau sore,” kataku sambil berjalan menuju mobilku.

“Huft, untung temen lo Queen,” ucap Laura memandang Queen yang mulai menghilang dari pandangannya, “Udah ah ngapain gw mikirin Queen yang gak pernah waras, mending pulang,” lanjut Laura melanjukan mobilnya kearah jalan pulang.

 

*****

 

Queen’s Home.

Setelah menempuh waktu 15 menit akhirnya aku sampai di Apartement yang sengaja Ayah belikan padaku dulu. Aku melangkah masuk kedalam, Huft! Selalu suasana seperti ini yang aku dapat. Sepi tanpa keluarga, ‘Sabar Queen cuma 1 tahun lagi’ batinku.

Sampai dikamar, aku langsung merebahkan diriku di Ranjang. Sambil memainkan Handphoneku, “Kenapa tumben gak ada notifikasi dari Althur ya, oh maybe dia sibuk. Jangan egois Queen,” gumamku. Setelah cukup lama aku pun beranjak ke toilet untuk membersihkan diri.

 

45 MENIT KEMUDIAN.

“Apa aku telphone Althur aja, ya?” ucapku sambil mescrool kontak di telphoneku.

“Udah ah telphone aja,” lanjutku langsung menelphone Althur.

Yes diangkat’ batinku.

“Hallo,” what,Suara cewek?

Hallo Mrs, can i talk with Althur?” tanyaku

Sorry Mrs, My boyfried was sleeping,” Pacar? Tidur? Tak terasa air mataku jatuh begitu saja.

Hum, o-okey Mrs. Thank you,” ucapku sambil terisak.

“Are you okay, Mirs?” tanyanya padaku.

I’m okay,” ucapku langsung memutus sambungan telephone.

“Arghhhhh…! Althur tega ya kamu hiks gini balasan kamu? Aku jaga cinta aku buat kamu disini tapi hiks ini yang aku dapet? Hiks ternyata sia-sia aja aku nunggu kamu disini,” teriakku sembari terisak

Segini sakitnya kah?? Menjaga tapi sia-sia. Althur lo jahat, ternyata lo selingkuh di belakang gw. Dan bodohnya bertahun- tahun gw jaga cinta gw cuma buat lo yang gak bisa ngehargai cinta gw! ‘Hati gw hancur Al, oke jika ini mau lo bakal gw ikutin permainan murahan ini’ batinku.

 

Drttt… Drttt… Drttt.

Tiba-tiba dering telphone mengalihkan atensiku. Dan sakitnya itu adalah telphone Althur.

“Hallo, sayang aku bisa jelasin,” ucap Althur saat aku mengangkat telphone.

“Hahaha, Kamu mau jelasin yang mana?  Soal perselingkuhan kamu apa kamu mau jelasin kalo yang aku denger itu gak bener? Hiks sumpah gw salut Al, silahkan jelasin janji gw dengerin kok,” ucapku sambil menahan isak tangisku.

“Ya, aku emang selingkuh. Tapi kamu juga samakan? Ayolah Queen jangan munafik! Kamu gak mungkin sesetia itu,” ucap Althur yang tidak dapat aku percaya.

“What? Kamu nuduh aku, Ingat ya Althur aku sama sekali gak pernah berniat selingkuh atau apalah itu yang kamu tuduhin ke aku! Yang selingkuh kamu kenapa seakan aku disini yang bersalah?” kataku sambil menahan emosiku.

“Queen-Queen kamu gak usah sok alim! Gak mungkin ada yang kuat LDR apalagi kayak kita udah mau 2 tahun LDR. Gak mungkin aku bisa sesabar itu,” ucap Althur.

“Terserah Althur intinya aku gak ada selingkuh atau apapun yang kamu tuduhin ke aku! Aku kita aniversary kita lusa kita tetep bisa sama-sama tapi ini yang aku dapet. Okelah kalo ini mau kamu, aku mau kita Putus!” sahutku.

“Oke, emang itu tujuanku nelphone kamu. So kita udahan,” kata Althur langsung memutuskan sambungan telephone itu.

“Arghhhh … Jahat kamu Al jahat hiks segampang itu kamu ngelepas aku? Kamu jahat hiks jahat!” teriakku terakhir kalinya saat pandanganku mulai memburam dan mulai tak sadarkan diri.

 

******

 

Gretasha Hospital.

“Queen lo baik-baik aja kan? Lo bisa denger suara gw kan?” suara yang aku dengar saat baru membuka mataku dan aku yakin itu Laura.

“Sssshh, gw kenapa Lau. Kenapa gw bisa ada di Rumah sakit?” tanyaku pada Laura.

“Mana gw tahu, tadi pagi gw ke Apart lo buat ngambil Flashdisk gw yang ketinggalan waktu ini. Tapi pas sampe sana sepi jadi gw main nyelonong aja. Dan apa yang gw dapet? Gw liat lo gak sadarkan diri dengan kondisi kamar udah kayak kapal pecah!  Gimana gw gak khawatir Queen.” Cerocos Laura, kebiasaan emang ngomong suka gak pake jeda.

“Owh, thanks ya udah bawa gw kesini,” ucapku sambil mulai memejamkan mata lagi.

“Eh Queen lo kenapa hiks Kalau ada masalah tu cerita sama gw! Jangan dipendem. Apa gunanya hiks gw jadi sahabat lo,” ucap Laura sambil terisak.

“Lah, Kenapa lo nangis Lau. Gw gak apa-apa cuma gw lagi ada masalah aja,” ucapku memandang Laura lirih.

“Cerita sini gw pasti dengerin,” sahut Lauta sambil mulai duduk disampingku.

“Gw putus sama Althur hiks. Kemarin gw telphone dia tapi yang angkat itu Cewek hiks dan lo tau malamnya Althur telphone gw kira dia mau jelasin masalah itu tapi apa? Dia hiks malah ngaku selingkuh dan nuduh gw hiks juga sama kayak dia. Dia nuduh gw selingkuh Lau!” ucapku sambil terisak mengingat kejadian kemarin malam.

“What, Althur nuduh lo selingkuh dan dan dia putusin lo? Astaga Queen sabar ya  jangan karna dia lo jadi kayak gini. Please belajar ikhlasin dia dan lupain kalau memang itu mau dia.” sahut Laura yang dapat gw liat dia juga emosi.

“Iya, Lau emang susah sih. Tapi pasti gw usahakan,” jawabku.

“Nah gitu dong, baru Queen yang gw kenal,” ucap Laura, Setelah itu Laura langsung memelukku.

 

*****

 

22 Agustus 2019

Huft… Seharusnya sekarang Aniversary kita Al, tapi kenapa kamu malah ninggalin aku? Coba kamu bisa jaga hati kamu kita gak akan kayak gini.

‘Huh ngapain juga mikirin dia, belum tentu dia juga mikirin kamu Queen’ batinku.

Drrttt… Drrttt…

“Siapa sih telphone gak tahu apa orang lagi sedih,” gumamku.

—-

“Hallo, Lau.” ucapku.

“Queen…Tolong gw hiks cepet keluar, ada cowok yang nodongin gw pisau didepan Apart lo hiks bantu gw please, Arghhh!” teriak Laura diseberang sana.

“Hah? Tunggu-tunggu gw keluar sekarang!” ucapku panik.

“Cepet hiks gw takut Queen,” sahut Laura lalu sambungan telephone terputus.

Tanpa menunggu lama aku langsung berlari keluar Apart. Tapi aneh gak ada apa-apa, Laura juga gak ada. “Asem emang Laura malah ngerjain gw, awas lo gw bales.” gumamku sambil berbalik untuk masuk kedalam Apart.

Saat aku berbalik sungguh aku gak bisa menahan air mataku, orang yang selama ini aku rindukan, orang yang selama ini aku tunggu berdiri tepat dihadapanku.

“Happy Aniversary sayang… Maaf waktu ini aku ngebohongin kamu, aku gak pernah selingkuh dan gak akan pernah. Aku sayang kamu dan maaf karna kecerobohan aku kamu jadi sakit,” ucap Althur sambil memelukku.

“Huaaa, kamu jahat Hiks kamu gak tau gimana perasaaanku saat yang angkat telephone itu cewek dan parahnya bilang kamu pacarnya dia hiks Jahat!” teriakku menangis sesegukan dalam pelukan dia.

“Hehe, maaf itu temenku sengaja aku suruh biar rencanaku berhasil,” ucap Althur sambil mengusap kepalaku.

“Pokoknya kamu jahat! Aku gak suka kayak gitu,” sahutku Lirih.

“Maaf sayang, aku akan nebus segala kesalahan aku. So will you marry me?” ucap Althur yang bikin aku spechlees.

Yes, i will.” ucapku lirih sambil memeluk dia lagi.

Your’e my Mine. I love you now, tommorow dan forever” bisik Althur sambil mengeratkan pelukan kami.

You too,” balasku.

 

****

 

Jarak adalah sebuah harapan, impian, serta hal yang dapat menjadi alasan terjadinya sebuah persatuan maupun perpisahan. Di saat sebuah rasa antara jarak dan waktu sekarang menjadi satu disanalah kita akan mengetahui arti jarak yang sebenarnya

– Queenella Winifred Madison.

 

Tamat.

 

 

Biodata Penulis :

Jayanti Mustika Dewi itulah nama asli dari seorang gadis kelahiran Bali. Yang masih bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  di kota Tabanan, Bali. Berbekal pengetahuan tentang kepenulisan yang minim, Astungkara bisa menjadi penulis yang sesungguhnya.

 

 

#karyasiswa

#literasi

#gls