KISAH DIBAWAH BULAN

10 Nominate Cerpen Terbaik

Jenjang SMP-SMA Dan Sederajat

Festival

Literasi Denpasar 2021

 

Karya : Ni Putu Whiska Agna Maharani

 

“Ini, es krimnya.”

Sea menyodorkan secup es krim kepada anak laki laki yang kini tengah melamun menatap kolam. Laki laki itu menoleh sebentar, kemudian mengambil es krimnya dari tangan Sea.

“Terima Kasih,” ucap Devan sopan.

Sea hanya mengangguk, kemudian duduk disamping Devan dengan tenang. Keduanya menikmati es krim, dibawah sinar bulan yang redup. Tidak ada yang memulai percakapan, keduanya sibuk di dalam pikirannya masih – masing.

“Dev, luka kamu udah baikan?” tanya Sea. Dia menatap Devan dengan tatapan cemas.

“Udah gapapa,” jawab Devan singkat.

“Seharusnya kamu lari dong kalau dipukul kayak gitu, orang tua macam apa yang mukul anaknya sampai seperti ini?”  Wajah Sea terlihat sangat marah, dia menatap luka luka yang ada dipipi dan tangan Devan dengan emosi yang bercampur aduk.

Devan menghela nafas, kemudian tersenyum lembut kearah Sea. “Lagi pula ini adalah kesalahan aku karena tidak bisa mendapatkan nilai yang bagus.”

“Tapi tetap saja itu keterlaluan, aku tidak ingin memiliki orang tua seperti itu.” Sea menunduk, dia mengusap usap tangannya berusaha mencari kehangatan. Beginilah keadaanya, Devan tiba tiba datang ke panti asuhan Sea dan mengajak Sea untuk jalan jalan di malam hari. Melihat luka Devan dan kesedihan yang ada diwajahnya, membuat Sea tidak bisa menolak permintaan Devan. Dan mereka berdua berakhir di taman sambil memakan es krim.

Devan yang melihat Sea kedinginan memilih untuk melepaskan jaketnya dan memasangkannya ke tubuh kecil Sea. “Anak anak tidak bisa memilih orang tuanya, jika bisa, aku juga tidak ingin memiliki orang tua yang seperti mereka.” Kemudian dia tersenyum kecil.

Sea terdiam membeku, antara terkejut dengan perkataan Devan atau terkejut dengan tindakan devan yang tiba tiba memasangkan jaket kepadanya.  “Maafkan aku,” sesal Sea, karena merasa bersalah kepada Devan.

“Tidak apa – apa.”

“Devan, kenapa orang orang dengan teganya membuang anak mereka sendiri?”  Sea menyender di sandaran bangku, dia mendongak melihat bulan yang bersinar sendirian.  “Seharusnya mereka tidak perlu melakukan itu, jika tidak ingin memiliki anak.”

“Entahlah,” Devan ikut menyender, dia menatap wajah Sea. Melihat bagaimana gadis itu bersinar seperti bulan dimalam yang dingin,  bagaimana dia bertahan di kegelapan dan kesendirian, membuat Devan tau jika Sea adalah gadis yang kuat.

“Kamu gadis yang luar biasa Sea,” ucap Devan tiba tiba.

Sea terdiam, pipinya tiba tiba memerah. “Devan juga laki laki yang luar biasa, “ ucap Sea malu malu.

“Sea, suatu saat nanti kamu ingin menjadi seorang yang seperti apa?”

“Aku ingin menjadi orang yang bisa memecahkan masalah orang orang dan melindungi mereka. Devan sendiri ingin menjadi apa?” tanya Sea, dia menatap Devan dengan pandangan yang ingin tau.

“Seseorang yang bisa menyelamatkan orang lain, contohnya Dokter.”

Keduanya tertawa. Bulan menjadi saksi dari dua anak remaja yang membagikan kisah mereka. Devan yang lahir dari keluarga berada, dan memiliki orang tua yang ingin kesempurnaan dan Sea yang tumbuh besar di panti asuhan dan selalu berusaha untuk mencapai apa yang dia inginkan.

“Devan, ternyata kamu disini?” bentak seorang pria paruh baya, yang kemudian menarik tangan Devan dengan kasar. Sea terkejut dengan perlakuan pria itu, dia terbangun dari duduknya.

“Ayah, kenapa ayah bisa ada disini?” tanya Devan dengan nada yang bergetar.

Laki laki paruh baya itu, menatap Sea dengan pandangan penuh kecurigaan. Sea hanya diam, dia juga tidak berani menatap mata pria tersebut.

“Seharusnya kamu belajar dirumah, bukannya kamu sudah tau? Jika kamu satu satunya orang yang bisa membawa perusahaan keluarga kita ke jalan kesuksean.” bentak orang itu.

“Aku tau, aku sudah belajar. Biarkan aku beristirahat sekali saja.” Devan memberontak, sehingga gengaman ayahnya terlepas.

“Apa apaan, berani sekali kamu melawan perintah ayah.”

Plakk

Devan memegangi pipinya yang terasa panas. Dia menatap ayahnya dengan air mata yang mulai menetes. “Apa ayah tidak tau? Aku merasa lelah karena terus diperlakukan seperti boneka, hidupku ini hanya berputar – putar seperti itu saja.Aku juga tau betapa pentingnya belajar, untuk masa depan,” teriak Devan emosi.

 

“Siapa yang membuatmu berani melawan orang tua, apakah gadis ini?” Ayah Devan menatap Sea tajam.

Sea berusaha menenangkan dirinya, “Maaf sebelumnya paman,aku sudah tau jika paman sering memukul Devan saat dia mendapatkan nilai yang kurang bagus dan sering memarahi dia jika tertidur saat belajar. Apakah paman tidak merasa, jika itu sudah keterlaluan?” Sea menarik nafas panjang. “Tolong biarkan dia hidup dengan caranya,” ucap Sea lirih.

“Diam, anak yang tidak tau sopan santun sepertimu tidak perlu banyak bicara.”

Ayah Devan menarik Devan dengan paksa. Devan terpaksa mengikuti ayahnya. Dia menatap Sea yang terdiam di tempat yang sama,, “Maaf Sea, aku tidak bisa mengantarmu pulang,” teriak Devan. Sea hanya tersenyum sebagai balasan.

Sea menghela nafas, kemudian memilih untuk duduk sebentar lagi disana. Dirinya masih sibuk merenung. Belajar dengan giat memang bagus dan dia sendiri sadar betapa pentingnya belajar, hanya saja belajar terus terusan dan dengan paksaan tidak akan memberikan dampak yang baik. Dia merasa belajar dengan kesadaran serta keinginan sendiri dan waktu yang sewajarnya akan memberikan dampak yang lebih baik. Setidaknya itu yang dipikirkan Sea.

 

Krieett brakkk pranggggg

Sea menoleh, posisi tempatnya tadi memang tidak jauh dari jalan raya. Detik itu juga dia berlari ke arah datangnya suara, tiba tiba dia merasa cemas.

Sampai disana, kakinya melemas karena sebuah truk besar yang menabrak sebuah toko. Banyak  orang yang berkerumun disana. Sea mendekat,tetapi tiba tiba seorang laki laki dengan wajah yang panik menghampirinya.

“Tolong panggilkan ambulan, seorang ayah dan anak laki laki yang berumur sekitar 16 tahun tertabrak truk yang tiba tiba hilang kendali.”

Jantung Sea, tiba – tiba berdebar dengan sangat kencang. Dengan tangan yang bergetar dia segera menghubungi ambulan. Mudah mudahan tebakkanya tidak benar, dia tidak ingin kehilangan temannya itu.

Beberapa menit kemudian, ada polisi dan petugas yang membawa ambulan datang. Mereka segera mengamankan tkp dan mengevakuasi korban. Sea juga disuruh kembali ke rumah, karena sudah larut malam.

Sedari tadi Sea berusaha menghubungi Devan, tetapi tidak ada balasan dari Devan. Sea masih tetap berdoa, agar tidak terjadi sesuatu pada laki laki tersebut.

Sekali lagi Bulan menyaksikan kisah mereka. Dimana mungkin, hari ini adalah terakhir kalinya mereka bisa berbagi kisah dibawah bulan, atau mungkin suatu awal baru untuk kisah mereka.

Keesokan harinya. Kelasnya menjadi sangat ribut. Sea yang baru datang, bertanya – tanya didalam hati.

“Sea kamu sudah dengar tidak ? anak kelas sebelah yang sering bareng kamu katanya terkena kecelakaan kemarin malam.”

Tiba – tiba jantung Sea terasa terhenti. Sial, apa yang harus dia lakukan? Hal yang tidak dia inginkan tiba – tiba saja terjadi. Dia segera berlari keluar , tujuan utamanya adalah ke rumah sakit yang kemarin mengirim ambulan.

Sampai dirumah sakit, dia bertanya kepada perawat.

“Permisi buk, saya ingin bertanya pasien yang bernama Devandra Celesta, sekarang ada diruangan mana ya?”

“Maaf dik, pasien atas nama itu sekarang sudah di bawa kerumah sakit lain.”

Sea berusaha terlihat tenang, walaupun perasaanya campur aduk. “ Boleh saya tau, dipindahkan ke rumah sakit mana?”

“Maaf karena ini bersifat privasi dan keluarganya ingin informasinya dirahasiakan, maka kami tidak bisa memberitahunya.”

Sea terdiam pasrah, dia hampir lupa jika Devan dari keluarga berada, pasti dia akan baik baik saja kan? Sea dengan lesu pergi dari rumah sakit. Dan berjalan menuju taman, tempat biasa dia bertemu dengan Devan. Saat ini Sea hanya bisa berharap, Devan baik baik saja walaupun dia tidak bisa bertemu denganya lagi.

 

8  Tahun Kemudian.

Sea baru saja selesai melakukan penyelidikan terhadap pembunuhan sekeluarga yang terjadi baru – baru ini. Sekarang dia dan rekan setimya sedang berada di sebuah café untuk meminum kopi. Sea saat ini dikenal sebagai, salah satu detektif muda yang berbakat, karena sudah berhasil memecahkan banyak kasus yang sulit.

“Meja nomor 23, pesanannya bisa diambil,” ucap salah satu pelayan. Sea berdiri bermaksud untuk mengambil pesanan mereka. Tapi salah satu rekannya, mencegatnya.

“Ketua tim, biarkan aku yang mengambilnya,” ucap salah satu rekan timnya.

“Tidak apa apa, aku akan mengambilnya sekalian aku ingin memesan cake.”

“Okey,” jawab Keyra yang merupakan rekan Sea.

Sea mengambil pesanannya dan mulai melihat lihat cake. Wajahnya berbinar binar begitu melihat cake, yang menggugah selera dan terlihat enak.

“Apa kamu menyukai cake sekarang?”

Sea menautkan alisnya, kemudian menoleh ke orang yang berbicara kepadanya. Sea terlihat kebingungan, karena dia tidak mengenal siapa orang yang sedang berbicara dengannya.

“Siapa?” tanya Sea curiga.

“Hai detektif Sea Crhryssan, perkenalkan aku Devandra Celesta. Lama tidak bertemu.” Pria itu tersenyum lebar. Lihat laki laki itu terlihat mengesankan dengan setelan putih dokter.

Mata Sea melebar, “Devan? Senang bertemu denganmu.” Perasaan Sea campur aduk, dia tidak tau harus membuat ekspresi seperti apa, hingga dia hanya diam mematung menatap Devan.

“Ada apa denganmu?” Devan terkekeh, kemudian membuka tangannya. “Ayo kesini, tidakkah kamu merindukanmu?”

Sea langsung memeluk Devan. Gadis itu langsung menangis dipelukan laki laki tersebut. “Syukurlah,” ucapnya dibarengi isak tangis.

“Kita bertemu lagi bulanku.”

 

TAMAT

 

 

 

 

 

 

STOP KORUPSI

Pendidikan anti korupsi di SMK Negeri 1 Tabanan dengan menghadirkan  buah kreatifitas anak-anak SMK Negeri 1 Tabanan. Siswa belajar banyak mengenai antikorupsi dengan berbagai media. Kali ini poster anti korupsi dari kelas XII AKL 1 TP 2021/2022 #KPK #JagaId

5 HADIAH BESAR INI AKAN DIDAPATKAN DARI BELAJAR BAHASA INGGRIS SEBAGAI MODAL MASA DEPAN

Diva Cahyani | 08 Oct 2021 15.00 WIB

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk saling memahami satu sama lain. Kita hidup bersama 7,85 miliar orang lainnya di dunia yang memiliki caranya masing masing dalam berkomunikasi sesama manusia. Adanya berbagai macam bahasa yang ada di dunia ini memang unik. Tapi, bagaimana ya cara kita berinteraksi dengan orang yang berbeda bahasa dengan kita?

Jawabannya adalah dengan menggunakan pemersatu dunia yaitu Bahasa Inggris.
Loh, mengapa menggunakan Bahasa Inggris ya? mengapa tidak Bahasa Indonesia saja ?

Nah, dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), Bahasa Inggris merupakan bahasa yang dominan di sebagian negara di dunia. Bahasa Inggris juga merupakan bahasa tertua di dunia sekaligus bahasa yang mudah dipelajari dan memiliki cukup banyak kosa kata karena terus mengalami perkembangan.

Jadi, negara-negara sepakat menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sekaligus sebagai bahasa pemersatu dunia.

Ada 5 keuntungan yang akan didapatkan dari belajar Bahasa Inggris sebagai modal masa depan.

1.Peluang Kesempatan Kerja Yang Luas

Menguasai Bahasa Inggris memberikan peluang besar dalam bekerja. Bagaimana bisa? Mampu berbahasa Inggris membentuk kualifikasi diri yang bagus. Dalam dunia kerja bahasa internasional ini sangat dibutuhkan. Menguasai Bahasa Inggris dengan baik dan lancar memberikanmu peluang yang besar dalam bekerja di dunia internasional.

Di masa pandemi covid-19 ini banyak orang yang kehilangan pekerjaan akibat pengurangan karyawan. Akan tetapi, orang yang mahir Bahasa Inggris tetap bisa bekerja di masa pandemi ini, misalnya menjadi guru privat online. Saya pernah mencoba untuk mengikuti satu kelas Bahasa Inggris online. Ada banyak sekali guru yang ada di sana. Bahkan, kita sendiri bisa menawarkan jasa mengajar. Dalam platform itu saya tinggal memilih guru yang saya suka termasuk native speaker dari berbagai negara. Menurut saya, les privat online tersebut lumayan efektif karena sistemnya satu guru satu siswa dan bisa berbincang lama dengan native speaker. Saya rasa mahir berbahasa Inggris akan sangat membuka peluang kita dalam mencari kerja contohnya menjadi guru privat online. Dengan mengetahui adanya platform les online atau menjadi penerjemah online, saya semakin giat belajar bahasa inggris. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan, jadi tidak ada salahnya belajar Bahasa Inggris untuk menghadapi situasi sulit seperti saat ini. Mengajar Bahasa Inggris secara online bisa menjadi pilihan untuk pekerjaan sampingan dan persiapan modal masa depan

2. Beasiswa Luar Dan Dalam Negeri

Siapa nih temen temen pejuang beasiswa? Sebagian besar dari kita pasti sangat bangga jika mendapat beasiswa untuk menuntut ilmu, apalagi beasiswa bergengsi dan fully funded alias dibiayai sepenuhnya oleh beasiswa tersebut. Hal ini tentunya dikarenakan beasiswa sangat membantu para mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta mencapai karir yang lebih gemilang.

Pada umumnya, para calon penerima beasiswa diharuskan untuk memenuhi persyarataan yang ditentukan oleh penyelenggara beasiswa. Salah satu dari sekian banyak persyarataan memperoleh beasiswa adalah sertifikasi kemampuan dalam berbahasa Inggris misalnya TOEFL dan IELTS. Umumnya, pemberi beasiswa menentukan standar skor minimal bagi para pelamar beasiswa. Selain itu ada juga yang disebut TOEIC yang merupakan tes Bahasa Inggris yang digunakan untuk melamar pekerjaan.

Nah pas sekali saya adalah siswa SMK yang dibentuk untuk siap terjun langsung kedunia kerja, bersyukur sekali pemerintah memberi bantuan test TOEIC gratis untuk siswa SMK setiap tahunnya. Dan beruntungnya saya yang sudah duduk dibangku kelas 12 SMK sudah 2 kali mengkuti test ini. Sebagai pemula saya merasa skor TOEIC pertama saya kurang memuaskan, namun dengan mengikuti tes ini saya menjadi tahu seberapa mahir saya berbahasa inggris. Saya juga mengetahui perkembangan kemampuan saya dari tahun ke tahun. Seperti sertifikasi lainnya, sertifikat TOEIC hanya berlaku selama 2 tahun, sehingga ketika suatu saat nanti saya mengikuti TOEIC lagi (mungkin di umur 20-an), saya akan memperoleh nilai yang memuaskan, sesuai dengan apa yang dicari oleh perusahaan yang saya lamar. Jadi tak ada kata sia-sia bagi saya mengikuti test TOEIC saat ini, apalagi diselenggarakan GRATIS oleh pemerintah. Hitung-hitung sebagai simulasi, karena itulah mengapa saya selalu mengambil setiap kesempatan yang ada selama saya masih SMK.

3. Memperluas Relasi

Berbahasa Inggris memang bisa membangun relasi dengan siapa saja. Pada zaman sekarang, zaman yang serba digital, sangat mudah mencari teman di luar sana dengan bermodalkan bahasa. Tidak hanya di dunia nyata, kita juga bisa bertemu teman di dunia maya.

Belum lama ini saya bertemu dengan seorang teman bernama Tubali yang berasal dari California, Amerika Serikat. Saya mengenal Tubali melalui komunitas peduli pantai yaitu Trash Hero. Saya memang suka mengikuti komunitas relawan seperti menjaga pantai dari bahaya plastik.

Dari komunitas ini, tak hanya kegiatan cinta lingkungan yang saya lakukan, tetapi di sana saya juga bertemu dengan warga lokal dan warga asing. Hal paling seru yang saya alami adalah ketika Bahasa Inggris menjadi jembatan sekaligus tiket saya dalam berteman dengan orang asing yang kebanyakan berbahasa Inggris.

Sejak menjadi teman, kami banyak berbagi pengalaman dan cerita mengenai kehidupan masing masing, dan saya jadi tahu cara pandang orang lain melihat hidup ini. Saya merasa sangat bersyukur sudah belajar Bahasa Inggris dari dulu, sehingga saya setidaknya dapat memahami maksud dari apa yang dibicarakan. Pertemanan ini juga memberikan saya kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris agar lebih mahir lagi.

4. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

“Whats’up buddy”
“Nope!”
“Sorry, I’m late “
“CMIIW, ASAP, AKA”
Banyak anak muda zaman sekarang yang menyisipkan kata-kata di atas dalam kehidupan sehari-hari. Pernah nggak sih kalian merasa lebih keren dari teman lainnya saat berbicara atau membalas pesan dalam Bahasa Inggris? Perasaan itulah yang bisa menumbuhkan rasa percaya diri, kepribadian yang semangat, ceria, terlihat berwawasan serta lugas dalam berkomunikasi dan memberikan nilai lebih pada diri kamu.

Saya punya suatu pengalaman mengikuti lomba Bahasa Inggris yang lumayan membangun rasa percaya diri saya. Lomba tersebut dilaksanakan di sekolah pada kegiatan tengah semester saat saya masih kelas 10. Dalam memperingati bulan bahasa ada banyak lomba yang diadakan, salah satunya adalah lomba story telling yang saya ikuti sebagai perwakilan kelas. Walaupun kemampuan berbicara dan pengucapan/pelafalan Bahasa Inggris saya kala itu kurang sempurna, saya tetap berlatih agar tidak hanya bisa membawakan cerita tetapi juga bisa membuat pendengar menikmati cerita yang saya bawakan serta menguasai panggung. Puji syukur saya mendapatkan juara pertama. Sejak saat itu rasa percaya diri saya mulai terbentuk, terutama untuk berbicara di kelas, bahkan di depan umum. Dan sekali lagi saya bersyukur mempunyai dasar Bahasa Inggris yang diajarkan sejak Sekolah Dasar.

5. Fun Fact : Terlihat Ahli Padahal Hanya Karena Bahasa Inggris

Tak dapat dipungkiri setelah lulus sekolah nanti pasti kita akan mencari pekerjaan dan mendapatkan penghasilan untuk keberlangsungan hidup. Saya mempunyai kenalan yang memotivasi saya untuk kerja cerdas. Ia adalah kakak sepupu saya. Di kala SMA dia bukanlah siswa yang mendapatkan juara umum dan bukanlah siswa yang dikenal banyak guru di sekolah, tapi ia termasuk tipe siswa biasa-biasa saja. Namun kenapa sekarang ia bisa kerja di Jepang? Jawabannya ia memilki softskill yaitu, multi bahasa. Setelah direnungkan untuk apa kita mendapat nilai A semua di raport tetapi tidak diimbangi dengan keahlian yang benar-benar bisa diperlukan di dunia kerja?
Contoh sederhananya saat saya pertama kali menggunakan Microsoft Excel. Saat itu saya duduk kelas 10 dan mendapatkan mata pelajaran Spreadsheet yang dapat membantu kita bekerja dengan cepat pada Microsoft Excel menggunakan rumus dan rumus-rumus dan fitur yang ada. Nah, keuntungan bisa Bahasa Inggris di sini di mana? Walaupun mata pelajaran ini terbilang baru bagi saya, Bahasa Inggris mempermudah saya dalam memahami fungsi dari fitur-fitur yang ada. Misalnya saja saya ingin menyesuaikan ukuran halaman kertas. Saya tidak tahu apa yang dilakukan untuk mengubahnya. Tapi karena penasaran saya coba pilihan “Page Layout” dimana dalam Bahasa Inggris, kata tersebut pasti ada hubunganya dengan halaman. Benar saja di sana ada pilihan “Size” yang artinya ukuran. Dan saya pun berhasil menemukan cara menyesuaikan halamannya.

Pasti teman-teman pernah juga mengalami hal serupa kan, yang sebenarnya kita masih awam dengan teknologinya tetapi cepat menguasainya karena kita memahami Bahasa Inggris. Ini hanya contoh kecil, pasti ada hal-hal besar lainnya yang akan terbantu berkat kemampuan berbahasa Inggris.

 

Kelima hal di atas membuat saya semakin semangat dan yakin bahwa Bahasa Inggris adalah modal penting untuk masa depan. Semakin mahir berbahasa Inggris semakin besar pula peluang kita untuk mendapatkan kesuksesan dalam berbagai hal.
Tak apa belajar sedikit demi sedikit tiap harinya, yang terpenting konsisten.
Ketika merasa malas dan ingin menunda-nunda pekerjaan terkadang kalimat ini menjadi pengingat bagi saya:

“Jika kamu tak jalan hari ini, maka kamu akan lari esok”
-anonymous

Semoga tulisan ini bermanfaat dan memotivasi kita untuk meningkatkan kualitas diri yang lebih baik.

Sumber gambar :

Gambar 1 : https://www.pinterest.com.au/pin/859624647631513258/
Gambar 2 : https://id.pinterest.com/pin/731975745695758226/
Gambar 3 : https://id.pinterest.com/pin/32862272270666484/
Gambar 4 : https://id.pinterest.com/pin/18366310970810956/
Gambar 5: https://id.pinterest.com/pin/339318153184710575/

Bahan Referensi artikel :

https://www.ef.co.id/englishfirst/adults/blog/6-alasan-pentingnya-belajar-bahasa-inggris-dalam-dunia-kerja/

#EFLiteracy
Penulis : Gusti Ayu Made Diva Cahyani
Saya generasi muda yang peduli literasi! Artikel ini ditulis sebagai bentuk serta EF Literacy Day Competition 2021: https://www.ef.co.id/writing-competition

PENGUMUMAN LOMBA BULAN BAHASA BALI TAHUN 2021

Pengumumuan Lomba Bulan Bahasa Bali  Tahun 2021

UTSAWA :

JUARA I  XI OTKP 2

JUARA II X TKJ

JUARA III XII TKJ

JUARA FAVORIT XIIAKL2

 

PUISI :

JUARA I XAKL4

JUARA II XAKL5

JUARA III XIIAKL2

JUARA FAVORIT XAKL4

Menjadi Sekretaris Professional

Halo, perkenalkan nama saya Ni  Made Arini.

Saya adalah salah satu siswa aktif di SMK Negeri 1 Tabanan, saya kelas X OTKP1. Kali ini saya akan bercerita mengenai profesi sekretaris. Ayo kita simak bersama.

Kalian mungkin masih awam atau bingung mendengar  jurusan  OTKP. Jurusan ini sudah ada sejak lama namun baru berubah nama dari AP (Administrasi Perkantoran) menjadi  OTKP (Otomatisasi Tata Klola Perkantoran) . Iya betul, jadi pada jurusan OTKP kita akan belajar bagaimana menjadi seorang sekretaris yang baik dan profesional.

Apakah kalian tau :

  • Pengertian sekretaris?
  • Fungsi sekretaris?
  • Peran sekretaris terhadap atasan dan peran sekertaris terhadap bawahan “pimpinan” ?
  • Tugas seorang sekretris ?
  • Cara menjadi Sekretaris yang baik/professional?
  • Cara berpenampilan menarik untuk menjadi sekretaris?

Yuk kita bahas sama-sama tentang hal diatas

Pengertian Sekretaris

Sekretaris adalah sebuah profesi administrif yang bersifat asisten /mendukung. Gelar ini merunjuk sebuah pekerja kantor yang tugasnya melaksanakan pekerjaan rutin, tugas-tugas administrative, atau tugas-tugas pribadi/langsung dari atasannya.

Fungsi Sekretaris.

  • Membantu meringankan tugas-tugas pimpinan, juga sebagai alat pelaksana pusat ketatausahaan
  • Mengadakan pencatatan dari semua kegiatan manajemen, sebagai pusat dokumentasi dan menangani informasi untuk pimpinan.
  • Sebagai alat komunikasi organisasi/perusahaan menjadi jembatan penghubung.

Peran Sekretaris terhadap atasan.

  • Sekretaris berfungsi sebagai perantara komunikasi dan pembinaan hubungan yang baik bagi orang yang ingin berhubungan/berkomunikasi dengan pimpinan.
  • Sekretaris berfungsi sebagai sumber informasi yang dibutuhkan pimpinan dalam memenuhi fungsi,tugas dan tanggung jawab.
  • Sekretaris berfungsi sebagai pelanjut keinginan seorang pimpinan terhadap bawahan yang bertujuan pelaksanaan tugas.
  • Sekretaris berfungsi sebagai alternative pemikiran dari pimpinan dalam ide-ide.
  • Sekretaris berfungsi sebagai factor penunjang berhasilnya fungsi, tugas, dan tujuan pekerjaan dan cerminan pimpinan dan bawahan.

Peran Sekretaris terhadap bawahan “pimpinan”

  • Sekretaris berfungsi sebagai penentu kebijakan bagi pegawai bawahan yang dilakukan secara adil.
  • Berfungsi dalam memberikan motivasi bekerja kepada pegawai bawahan sehingga pekrjaan dapat berjalan dalam mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dalam organisasian atau perusahaan.
  • Berfungsi dalam memberikan rasa bangga dan puas kepada pegawai bawahan dalam menjalankan tujuan pekerjaan.
  • Menerima pendapat dan urul bawahan dalam berbagai masalah.
  • Mengadakan pendekatan kepada pegawai untuk lebih mengarahkan dan mengetahuin kelemahan dan kehendak pegawai bawahan sehingga sikap dan tingkah laku sekretaris akan berpengaruh terhadap pekerjaan pegawai bawahan.

Tugas seorang sekretaris

  • Tugas khusus.

Seorang sekretaris mengerjakan tugas khusus  oleh pimpinan perusahaan merupakan tugas yang tidak setiap hari dikerjakan. Maksud dari tugas tersebut, hanya dikerjakan apabila ada perintah khusus oleh pimpinan.

  • Tugas kreatif

Seorang sekretaris melakukan tugas kreatif atas kehendak diri sendiri tanpa adanya perintah dari pimpinan. Maksud dari tugas ini mempunyai lingkungan tak terbatas dan seseorang sekretaris handal wajib mengerjakan dengan baik.

  • Tugas rutin

Tugas rutin ialah tugas seorang sekretaris biasanya dikerjakan setiap hari tanpa adanya perintah dari pimpinan. Contohnya : mengumpulkan surat, dokumen, mengecek surat keluar dan membuat surat untuk klien.

Cara menjadi sekretaris yang baik/professional

  • Menampilkan citra perusahaan.

Citra perusahaan adalah hal yang harus dijunjung tinggi. Karena sekretaris adalah tangan kanan atasan /pimpinan maka sekretaris juga harus memiliki citra perusahaan yang baik.

  • Baikdan bertanggung jawab

Sekretaris juga harus ramah,baik dan bertanggung jawab pada semua tugasnya.

  • Pandai menjaga rahasia.

Sebagai tangan kanan pimpinan dan selalu mendapat kepercayaan tinggi dari atasan, Sekretaris harus pandai menjaga rahasia perusahaan  maupun rahasia pribadi atasan

  • Tahu Teknologi

Seorang sekretaris harus pendai mengenai update tentang teknologi  misalnya teknologi informasi.

  • Pandai berbicara di depan public

Kadang sekretaris diminta untuk menemani atasan untuk melakukan presentasi menggantikan atasannya. Karena itulah sekretaris harus bisa belajar berbicara di depan public  atau pada saat meeting.

Cara berpenampilan bagi seorang sekretaris

Karena profesi sekretaris merupakan profesi yang mengutamakan penampilan, maka dalam hal ini sangat diperlukan penampilan yang baik dan menarik .

Berikut adalah tips dan triknya :

  • Membiasakan hidup sehat

Perlu diketahui bahwa pada umumnya tidak ada perusahaan yang menginginkan seorang karyawan yang sakit-sakitan.  Ketika memiliki kesehatan yang baik, tentu akan bisa membuat anda untuk  tetap tampil prima dan tetap merasa leboih baik.

  • Tampil secara menarik

Kepribadian yang menarik akan terpancar dari sebuah penampilan yaitu : suatu keadaan lahiriah yang terlihat oleh orang lain.

  • Tata cara berdandan sekretaris

Menjadi sekretaris tidak perlu menor dan glamour  agar terlihat menarik. Berdandanlah dengan natural dan disesuaikan dengan waktu dan komposisi dimana anda berada.

  • Tata rambut seorang sekretaris

Tata rambut seorang sekertaris harus diperhatikan agar tidak mengganggu saat sedang bekerja. Sekretaris tidak sopan saat harus menyisir rambut dan membenahi rambut di ruang kerja terlebih lagi jika ada tamu atau clien di ruangan tersebut.

 

 

“CINTA YANG SESUNGGUHNYA”

Oleh : Gusti Agung Ayu Made Listya Mahadewi

 

Kau hadir membawa rasa baru

Kau mampu mengubah hidupku

Jauh lebih baik dari kehidupan sebelumnya

Dengan adanya kau hidupku lebih berwarna

 

Kau manusia sederhana…

Mampu memberikan cinta yang luar biasa

Cinta yang tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata

Mengerti apa yang tak kau katakan

Mengerti apa yang tak kau jelaskan

 

Terimakasih cinta…

Atas segala hal yang telah kau berikan

Kau telah mengajarkanku tentang apa itu

Menghargai, menerima, bersyukur dan mandiri

Kini ku telah mengerti apa itu hidup dan juga cinta sejati

Berharap setiap mimpi akan menjadi kenyataan

Hidup bahagia bersama selamanya

Walaupun ku tahu masih banyak sekali rintangan dan halangan yang menghadang ke depannya

Tapi ku yakin kita bisa melewatinya bersama…

 

Semoga rasa diantara kita…

Tak akan pernah pudar bersama sang waktu

Sehingga tiada celah bagi cinta yang lainnya

Tuk merusak hubungan kita selama ini

 

Semoga cinta kita kekal abadi

Sampai maut memisahkan

Walaupun kita tak bisa bersatu di dunia ini

Tapi ku yakin di kehidupan yang baru nanti

kita akan bersatu selamanya…

SAYANG MAMA

Oleh : Kezia Asa Prashanty

 

Suatu hari, Nina terbangun dari tidurnya. Ia mendengar suara yang membangunkannya. Siapa lagi kalau bukan Mamanya.

“Nak, bangun… Ayo siap-siap ke sekolah!” Ucap Mama.

“Iya, Ma.” Balas Nina sambil mengusap matanya.

Nina langsung menuju kamar mandi dan mengenakan pakaian seragam sekolahnya. Setelah itu, Ia menuju ke dapur untuk sarapan bersama Papa dan Mamanya.

Seperti biasa, Mama sudah menyiapkan makanan untuk Papa dan Nina karena Papa akan berangkat ke kantor dan Nina akan berangkat ke sekolah. Sambil melahap nasi, Nina melihat Mamanya yang memakai celana panjang dan kemeja seperti hari-hari biasanya. Tidak merias diri, tubuhnya gemuk pendek, dan rambutnya dipotong seperti laki-laki. Terkadang Nina berandai-andai jika memiliki Mama yang berpenampilan modis seperti Mama teman-temannya di sekolah. Mama Nina  menggunakan baju bagus dan berias hanya pada saat ke pesta saja. Sebaliknya, Papa Nina selalu berkemeja lengan panjang, berjas dan berdasi. Dalam hati kadang Nina bertanya. “Mengapa, Papa mau menikah dengan Mama? Bahkan sangat menyayangi Mama.”

Setelah selesai sarapan, Nina langsung berangkat ke sekolah bersama Papa sedangkan Mama pergi ke pasar untuk berjualan sayur-sayuran.

Hari ini, Nina pulang lebih awal karena diadakannya rapat guru di sekolah. Namun, Nina malas pulang ke rumah. Jika Ia pulang, maka Ia hanya sendirian di rumah. Ia pun memiliki ide untuk pergi ke pasar untuk menemui Mamanya.

Sesampainya di pasar, Nina langsung berjalan melewati lorong pasar. Disana, pasar sudah mulai sepi, pedagang mulai meringkas barang-barang jualannya. Beberapa pedagang terlihat lelah dan mengantuk. Sampai akhirnya Nina sampai di kios Mamanya.

“Ma, Nina pulang cepat. Guru-guru rapat!” Kata Nina.

“Kalau begitu kita pulang bersama. Mama mau beres-beres dulu ya!” Balas Mama.

Saat itu, Nina melihat anak laki-laki menggendong karung yang berisi botol bekas dan kardus bekas menuju ke kios Mamanya. Terlihat dekil dan pakaiannya pun kumal.

“Halo Ma, ada botol dan kardus bekas?” Tanya anak itu ke Mama.

“Eh ada Beno.. Sini Ben, Mama punya banyak!” Balas Mama.

Mama pun memberikan botol dan kardus bekas yang ada di kios.

“Ini siapa Ma? Anaknya? Cantik kayak Mama!” Ucap Beno spontan.

“Iya ini anak Mama. Ayo kenalan dulu!” Kata Mama.

Dengan segan Nina mengulurkan tangannya. Dalam hati Nina kurang senang. Apa-apaan si Beno ini? Panggil Mama dengan seenaknya. Mama? Mama siapa?

Beno meletakkan karung yang telah dibawa dan langsung membantu Mama meringkas barang serta membersihkan kios. Seketika Nina terperanjat bahwa anak itu mau membantu Mamanya.

“Terima kasih telah membantu Mama ya, Ben. Oh iya kamu sudah makan belum?” Tanya Mama.

“Belum, Ma.” Jawab Beno.

“Kalau begitu, ayo ikut ke rumah Mama. Mama akan masak. Kita bisa makan bersama.” Kata Mama.

Dengan penuh semangat, “Serius, Ma? Asyik Beno bisa makan enak hari ini!” Tanya Beno.

Mama menganggukkan kepala.  ”Ayo, sekarang kita ke rumah Mama!”

Secara bersamaan, Papa juga sampai di rumah bertepatan saat Mama, Beno dan Nina sampai di rumah. Setelah itu, Beno ditemani Papa di ruang tamu. Sedangkan, Mama dan Nina di dapur untuk memasak. Namun, Mama melihat wajah Nina yang sepertinya cemberut.

“Nak, kenapa wajah kamu cemberut begitu?” Tanya Mama.

“Itu Beno kenapa sih? Manggil Mama Nina dengan sebutan Mama? Kenapa tidak memanggil dengan sebutan Tante? Dan juga apakah Mama tidak malu mengajak anak itu ke rumah?” Kata Nina.

“Nina, apalah arti sebutan Mama. Mama tetap jadi Mama Nina kok. Tapi Nina dengerin Mama dulu,”

“Coba lihat Beno, masih umur segitu Ia harus bekerja karena anak yatim-piatu. Ia tidak seberuntung kamu, Nak. Memiliki orang tua yang lengkap, bisa makan enak, bisa sekolah di sekolah yang bagus. Kita harus bersikap baik, kita harus saling menolong dan saling berbagi. Beno juga merupakan anak yang baik. Jadi, kamu tidak boleh seperti itu.” Ucap Mama memberi pengertian sambil mengelus rambut Nina.

Nina pun tersadar setelah mendengar ucapan Mamanya itu. Disini, Nina yakin bahwa hati Mamanya benar-benar mulia. Nina juga tersadar bahwa Beno merupakan anak yang baik.

Setelah masakan matang, Mama langsung menyajikannya di meja makan. Kini, ada Beno, Mama, Papa dan Nina yang sudah siap menikmati masakan Mama.

Beno pun mulai melahap masakan Mama, “Wah!! Ini enak sekali Ma!” Kata Beno penuh semangat.

“Iya ben, Istri Om ini memang pandai memasak!” Puji Papa kepada Mama.

Nina pun memakan masakan Mamanya dengan sangat lahap. “Mama memang hebat. Padahal Mama sudah lelah berjualan tapi Mama tetap memasak masakan yang enak begini. Nina sayang banget sama Mama!” Puji Nina sambil memeluk Mamanya.

Mama pun senang mendengar pujian tersebut dan membalas pelukan Nina.

“Ayo Ben, tambah lagi! Makan yang banyak! Mama ku sudah masak spesial untuk kamu nih!” Kata Nina kepada Beno sambil tersenyum.

Sore menjelang malam itu dilewati dengan suasana hangat makan bersama. Nina menyadari bahwa Ia sangat bersyukur memiliki Mama yang baik hati dan pekerja keras. Sehabis berjualan di pasar pastilah Mama lelah, tetapi Mama tetap memasak untuk keluarga, selalu menyayangi dirinya dan selalu menolong serta berbagi kepada orang yang membutuhkan. Nina sangat sayang kepada Mamanya. Seketika keinginan memiliki Mama yang berpenampilan modis hilang. Walaupun tidak berpakaian modis, tapi hati Mama sangatlah cantik! Pantas saja Papa pun menyayangi Mama seperti Nina menyayangi Mama.

 

SAHABAT TAK KUSADARI

Oleh :Ni Wayan Eka Apriyanti

 

Namaku Desy, umurku 15 tahun. Aku menduduki Sekolah Menengah Pertama (SMP) tepatnya kelas VIII. Aku dikenal seorang pendiam di sekolah, anak tak mau bergaul dan cupu! Sebenarnya, aku bukan tak mau bergaul… Hanya saja, aku takut tak ada yang mau berteman dengan anak cupu seperti aku.

Di kelasku ada dua perempuan yang hitz di sekolah, yaitu Windy, dan Lia. Mereka semua cantik, pintar dan anak-anak kekinian (bahasa zaman sekarang), berbanding terbalik denganku yang culun dan cupu. Dan aku tak pernah berani berbicara pada mereka, tinggi hati dan pasti mereka tak mau berteman dengan anak cupu sepertiku.

“Hoii…” tiba-tiba ada suara yang mengganggu lamunanku ternyata mereka adalah dua perempuan yang sedang dalam lamunanku aku segera menjawab “Ada apa?” kemudian Windy berkata “Tidak apa-apa, memangnya tidak boleh ya menyapamu?”. Tentu aja boleh” jawabku. “Lalu kenapa kamu seperti tidak suka kalau kami sapa?” kata Lia. “Aku hanya kaget” jawabku gugup. “Ohhh, kata Windy sambil mengacak-acak rambutku. Sejujurnya aku kesal dia mengacak-acak rambutku, tetapi aku tau dia seperti itu dan berkata begitu hanya bercanda bukan mengucilkan aku. Aku berkata dalam hati “kenapa mereka tiba-tiba begini padaku?”.

Tiba-tiba mereka bertiga menarik lenganku, jujur aku takut. Berbagai dugaan negatif muncul dalam pikiranku. “Mereka pasti ingin membullyku habis-habisan, atau aku akan dipermalukan? Atau mereka akan menyuruhku membuat lelucon agar mereka tertawa puas?” itu sangat menggangguku. Hingga akhirnya kami sampai pada tempat yang telah mereka tentukan. Aku bingung. “Hahhh, kantin? Kenapa kalian membawaku ke kantin?”. “Kamu akan mentraktir kami makan, karena kamu kan sudah bergabung nih dengan kami, gapapa dong traktir”. “Apa? Bergabung? Sejak kapan? Anak cupu seperti diriku bergabung dengan kalian yang ….” Windy memotong bicaraku “sudahlah, kamu bergabung dengan kami mulai saat ini, kalau kamu cupu emang kenapa? Kamu itu lucu, polos, bukan cupu, emang kami sudah sempurna? Kan tidak Desy…! Sudahlah udah laper nih, makan yuk”. Aku berhenti menanyakan pertanyaanku, hingga aku mentraktir mereka makan. “Ternyata mereka baik dan tidak tinggi hati” pikiranku.

Saat jam pulang sekolah mereka menghampiriku lagi dan mengajak pergi ke taman. Mereka menjawab semua pertanyaanku, ternyata sudah sejak lama mereka ingin mengajakku berteman tetapi aku selalu menghindar dari mereka. Ya memang benar, karena aku kira tak pantas bergabung dengan mereka. Mereka sudah lama menganggapku sebagai sahabat mereka.

Dan sekarang, barulah aku menyadari bahwa mereka selama ini adalah yang selalu menganggapku sahabat meskipun kami belum pernah bersama. Mereka adalah sahabat yang tak kusadari yang sudah sejak lama peduli padaku.

LOMBA FOTO COSPLAY

PENGUMUMAN PEMENANG KEGIATAN LOMBA

MEMPERINGATI BULAN BUNG KARNO 

TAHUN 2020

  1. JUARA I : I GEDE SATRIYA EKA PUTRA ( XI TKJ) 
  2. JUARA II : FARADINA SUKMA (XI AKL 5)
  3. JUARA III : I MADE JULI ARTA ( X AKL 4)
  4. JUARA FAVORIT : WAHYU SURYO WIBOWO (X AKL 3)